Bencana Iklim dan Penguatan Koordinasi

Image result for DAS garut

Foto: DAS Cimanuk Garut, sumber ANTARA

Mengingat karateristik Indonesia sebagai negara kepulauan dan sosial ekonomi yang relatif rendah, relatif rentan terhadap bencana dan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Menurut catatan kejadian bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Juli 2016, lebih dari 95 persen bencana di Indonesia diakibatkan oleh bencana hidrometereologi, seperti banjir, puting beliung, kekeringan, gelombang pasang, dan sebagainya. Tercatat terjadi 1.053 kejadian bencana di Indonesia yang menyebabkan 157 orang meninggal dunia dan lebih dari 1,7 juta jiwa menderita dan mengungsi. Dari data kejadian tersebut bencana banjir mendominasi sebanyak 429 kejadian, puting beliung 310 kejadian dan longsor 255 kejadian. Tercatat 142 orang meninggal akibat banjir dan tanah longsor.

Kejadian bencana banjir bandang terakhir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk Kabupaten Garut (21 September 2016), menyisakan korban dan kerugian sebagai akibat tingginya curah hujan saat kejadian dan diperparah oleh turunnya kualitas lingkungan. Seperti yang diketahui Koefisien Regim Sungai (KRS) paling buruk secara nasional (pada musim kemarau dengan nilai/indeks 1, tapi saat musim hujan dengan nilai/indeks 771), yang kemudian menyebabkan banjir bandang terjadi. Di samping faktor biofisik, masalah yang naik ke permukaan adalah buruknya tata ruang wilayah karena vegetasi kurang dari 30 persen dan peruntukan lahan selain fungsinya yang kemudian menyebabkan keterpaparan penduduk dan tingginya kerentanan di sekitar DAS.

Pada wilayah perencanaan, pengurangan risiko bencana dan respon tanggap darurat menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Review tata guna lahan dengan mempertimbangkan variabilitas iklim serta penguatan institusi dan penegakan hukum perlu didorong baik di tingkat nasional dan daerah. Di samping perlu adanya penguatan koordinasi dan implementasi integrasi Adaptasi Perubahan Iklim – Pengurangan Resiko Bencana (API-PRB) dalam kebijakan, perencanaan, penganggaran dan implementasi di lintas Kementerian / Lembaga (K/L) yang memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dan kewenangan untuk mengurangi dampak dan kerugian yang diakibatkan oleh bencana iklim yang ke depan akan semakin mengancam. Kejadian bencana banjir bandang yang belakangan terjadi, seperti banjir bandang Garut yang kerusakan dan kerugiannya diestimasi mencapai Rp. 288 miliar, dengan perkiraan rehabilitasi dan rekonstruksi selama 3 tahun, yaitu sampai 2018 (Sumber: BNPB). Kejadian terbaru banjir bandang di Bandung (24 Oktober 2016), yang diinformasikan sebagai banjir terparah dalam dua tahun terakhir akibat meluapnya Sungai Citepus di Bandung Utara.

Kejadian-kejadian tersebut harusnya dapat menjadi pengingat bagi kita semua, terutama pemerintah tingkat nasional dan daerah, dan stakeholder lain untuk semakin meningkatkan kepekaan dan koordinasi kebijakan, implementasi atas usaha pengurangan risiko bencana dan ketangguhan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) misalnya dalam ranah koordinasi dan pengendalian perubahan iklim dan konservasi sumber daya alam, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) dalam koordinasi kebijakan penataan dan peruntukan lahan, BNPB koordinasi kebijakan PRB dan ketangguhan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dalam mengkoordinasikan kebijakan API-PRB dan ketangguhan secara nasional, serta Pemerintah Daerah dan stakeholder lain. Juga Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentunya dalam memberikan informasi peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi. Tidak dapat dipungkiri banyaknya kejadian bencana iklim karena tidak siapnya kelembagaan dan lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Upaya adaptasi terhadap dampak perubahan iklim harus dimulai dari penyiapan kelembagaan, kebijakan, penguatan koordinasi, konsistensi penataan dan pemanfaatan lahan, serta penguatan informasi iklim dan kapasitas masyarakat.

Artikel asli di http://sekretariat-ranapi.org/landing/article/6

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s