TAMBRAUW, WEST PAPUA.

Ada yang sudah pernah ke Sorong? Ke Tambrauw? Nah, 3 Desember 2012 kemarin saya dan temen-teman menginjakkan kaki di sana, ini daerah baru mekar yang diresmikan tanggal 25 Januari 2009 lalu. Profil lengkapnya bisa liat di website Kabupaten Tambrauw www.tambrawkab.go.id canggih pemerintah daerah ini sudah punya website sendiri, ini bentuk komitmenya dalam pembangunan. Kenapa Tambrauw? Satu kata untuk kontur alam wilayah ini, dan seperti wilayah Papua lainnya, WAW! Daerah ini berada di perbatasan Sorong dan Manokwari, akses dari Sorong ke sana hanya memilki dua alternatif, kadang cuma satu, atau kadang tidak ada alternatif sama sekali. Via laut bisa sampai 10 jam, kapal hanya tersedia 3 kali seminggu, berangkat jam 10 malam sampai jam 5 subuh, dengan catatan tidak ada gelombang air laut kapal pasti berangkat. Via darat, nah ini, hanya bisa dilewati mobil double gardan, alias 4 WD. Sudah kebayang kan off-roadnya? Resiko hujan jalan tidak bisa dilewati, tetapi bila kondisi jalan kering bisa ditempuh 5-6 jam mendaki gunung, lewat lembah, tebing, pinggir laut dan semacamnya. Luar biasa! Akan terbayar dengan pemandangan yang maha dahysat jika lewat darat ini.

Ini kali ketiga kami ke Papua, dalam rangka hari HIV/AIDS Internasional. Sebelumnya beberapa kali dalam rangka program kepemudaan dan lain-lain. Nah, saya akan cerita soal Tambrauw saja, tanggal 2 Desember 2012 kegiatan di Jayapura dan seminar HIV/AIDS di Sorong selesai sudah, teman yang di Jayapura terbang dan kami berkumpul di Sorong.

Dari Jakarta kami membawa sekitar 1000 buku, syukur buku ini didapat atas kerjasama dengan perusahaan penerbitan terkenal di Jakarta. Buku-buku tersebut niatnya akan disalurkan kepada siswa-siswi sekolah di  Kabupaten Tambrauw. Kenapa Tambaw? Ya karena Tambrauw! Haha.. Pihak pemerintah di sini sangat kooperatif, terutama Bu Sekda sebagai Ketua Pokja Pendidikan Kabupaten Tambrauw. Kami ditampung menginap di rumah jabatan Sekda, listrik hidup mati, signal handphone ngap-ngapan.😐

Sebelum berangkat, kami breafing bersama pimpinan Kodim Sorong, sesuai instruksi Pangilma Kodam 7 Cenderawasih, kami akan dapat pengawalan dari pihak TNI. Gaya kan? Haha.. Maklum, jalan yang akan ditempuh melewati gunung dan jalanan sepi penduduk, dan juga awal Desember merupakan momen panas OPM (Organisasi Papua Merdeka). Jadi, maklum saja kalau dikawal aparat TNI bersenjata lengkap. Menarik!   

2 mobil double gardan bak terbuka dan 8 orang pasukan disiapkan oleh pihak Kodim. Perlengkapan dan buku-buku yang akan disalurkan telah tersusun rapih, dan siap berangkat. Cus! Siap berangkat  dengan kondisi jalanan basah bekas hujan, itu artinya jalanan yang akan dilalui akan berat berlumpur dan menanjak. 2 jam pertama, mobil 4 WD ini masih mulus melewati jalanan aspal dengan lebar kurang dari 4 meter. Langit masih mendung dan syukur tidak diguyur hujan, mobil bersiap melewati jalan berlumpur sampai 4 jam sisa, bak olah raga Off-Road yang sedang populer ternyata kami melewati dan merasakan serunya nanjak, mobil oleng, stuck di lumpur, dan narik mobil. Sopir yang menyetir ini ternyata sudah lihai, tidak perlu seragam lengkap dengan baju bertulis FOX atau kacamata bertuliskan Oakley. Di sini bukan olah raga, bung! Tapi ini lah realita kondisi infrastruktur transportasi darat yang sangat memprihatinkan di Tanah Papua. Dan, tidak cukup ternyata, jembatan yang notabene untuk menyeberangi sungai putus, apa boleh buat mobil menyusuri jalan berlumpur  persis pinggir bawah jembatan terus menyeberangi sungai seperti film Rambo tahun 80-an, mobil-mobil ini tampak perkasa dan tentu kami sangat menikmati dengan harap cemas sampai bisa dengan selamat nyebrang. Tapi sepanjang jalan mulut ini tidak berhenti berucap kagum, melewati tebing gunung dengan pemandangan lepas ke samudera pasifik. Subhanallah!

Teman orang lokal mengatakan, sebentar lagi kita sampai di kota, sepintas pikiran ini langsung berpikir akan menemukan keramaian penduduk, tata kota dan tentunya signal handphone. Salah sodara, kita ada di tengah hutan dan di bibir pantai, gelap karena listrik padam. Kami ada di Distrik Sousapor, jalanan ibukota Kabupaten sama dengan jalan desa di Pulau Jawa, prihatin. Matahari terbit keesokan harinya baru bida terlihat bagaimana kondisi infrastruktur di sini, jalan utama masih berlumpur, kantor pemerintahan sederhana sekali tidak lebih bagus dari bangunan kantor desa di Pulau Jawa.

Road show distribusi buku dimulai dengan mengunjungi Paud, SD, SMP, hingga SMA di distrik ini. Beberapa foto-fotonya di pada di postingan ini, biarkan mereka yang bercerita sendiri. Dari beberapa sekolah yang kami kunjungi, kami menemukan beberapa siswa yang potensial, mudah-mudahan saja ke depan dengan sistem pendidikan yang semakin baik, dukungan anggaran yang maksimal, para pemuda di sini bisa maju dengan pendidikan yang berkualitas, perbaikan SDM dan memajukan daerahnya. Gimana? Setuju, kan?!

Hari itu hujan deras, kami harus bergegas untuk turun ke Sorong agar tidak terjebak lumpur di jalanan nanti. Memang sudah dilatih untuk siap perang mungkin ya, anggota TNI yang mengawal kami masih tetap berdiri di bak mobil dengan basah kuyup. Hehe, salut! Dan benar, kami terjebak, mobil dari Sorong terjebak di tanjakan berlumpur, ada sekitar 10 mobil. Stuck di lumpur, mantapp.. 3 jam menunggu akhirnya terbebas dan mulus turun sampai ketemu jalanan aspal dan tentu signal handphone kembali penuh.😀

Sangat menarik perjalanan ini, next kalau ada kesempatan kami akan coba berkunjung ke ujung barat Pulau Sumatera. Hehe.. Tapi sampai akhir tahun ini sepertinya akan sedikit sibuk dengan beberapa agenda di Pulau Cenderawasih sana. Hidup BSM!koleksi pribadiImageImageImage

Image ImageImageImage

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s