Maling Tidak Lagi Malu

Apa yang bisa dilihat dari hasil potret wartawan The Jakarta Post di samping?

Banyak literatur dan cerita-cerita kuno yang menceritakan korupnya kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara, ya ada yang baik dan buruk, sama seperti sekarang, tapi muaranya adalah buruk atau baik yang akan mendominasi. Masih relevan dengan kondisi sekarang.

Indonesia sebagai negara makmur sentosa yang tertuang dalam setiap kitab kuno babakan seluruh cerita penjuru negeri tak ubah bagai sebuah negeri khayangan yang dikotori oleh cumbu rayu para dewa yang berlaku seperti syetan dan iblis. Dari pedagang asongan sampai pejabat tertinggi kita hampir punya perilaku yang sama standar budaya orang Indonesia pasca revolusi, bahkan sebelum mungkin, tidak tahu.

Jalaludin Rahmat menyebutnya bangsa Sovieticus, ketika hukum berlaku terbalik dan pandang bulu melihat interval atas perbuatan hukum yang dilakukannya. Maling uang negara senilai 1 triliun lebih ringan hukumannya jika dibandingkan dengan maling 1 lusin piring. Ini adalah fenomena terbaru dan sudah tidak asing lagi dalam praktik kenegaraan kita, yaitu ketika para koruptor tidak lagi malu tampil di depan umum dan berlagak tanpa beban seakan-akan tidak merasa bersalah atas tindakannya merugikan lebih dari 200 juta penduduk Indonesia dan tampil bak seorang selebriti seketika melejit atas pemberitaan-pemberitaan oleh media.

iseng @dwitamaputra

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s